Brebes Ukir Rekor MURI Hardiknas 2026, 59.410 Pelajar Deklarasikan Tertib Lalu Lintas

HARIANBUMIAYU.COM. BREBES – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Brebes berlangsung istimewa dan penuh makna. Pemerintah Kabupaten Brebes sukses mencatatkan sejarah baru dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui deklarasi tertib berlalu lintas dan membaca buku lalu lintas terbanyak yang melibatkan 59.410 pelajar dari 966 sekolah.

Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes, Sabtu (2/5/2026), diawali dengan upacara bendera tingkat kabupaten yang berlangsung khidmat. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, selaku Inspektur Upacara.

Sekitar 3.000 peserta hadir secara langsung dalam upacara tersebut, terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, tenaga pendidik, dosen, mahasiswa, hingga para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Momentum puncak acara terjadi saat deklarasi tertib berlalu lintas dan kegiatan membaca buku lalu lintas secara serentak dilaksanakan. Awalnya, panitia hanya mengajukan target sebanyak 30.000 peserta. Namun setelah proses verifikasi oleh tim MURI, jumlah peserta yang terlibat melonjak signifikan hingga mencapai 59.410 pelajar, baik yang mengikuti secara langsung maupun secara hybrid.

Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Brebes berhasil menorehkan rekor nasional sekaligus menunjukkan besarnya kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda.

Kapolres Brebes, Lilik Ardiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di wilayah Brebes.

Menurutnya, mayoritas korban kecelakaan di Brebes masih didominasi oleh kalangan usia sekolah. Karena itu, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah berupaya membangun kesadaran sejak dini agar para pelajar memahami pentingnya keselamatan di jalan raya.

"Data kecelakaan yang terjadi, khususnya di wilayah Brebes, rata-rata mayoritas adalah anak-anak pelajar. Sehingga kita ingin memiliki kepedulian agar masing-masing anak pelajar memahami dan tertib berlalu lintas selama di perjalanan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan meraih rekor MURI bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari gerakan bersama yang akan terus digelorakan.

"Ini bukan final, tetapi baru permulaan. Spirit yang kita bawa adalah bagaimana masyarakat Brebes, terutama para pelajar, semakin sadar untuk berlalu lintas dengan baik dan tertib. Karena nyawa adalah hal yang sangat berharga,” tegasnya.

Terkait keterlibatan siswa sekolah dasar (SD) dalam deklarasi tersebut, Kapolres menyebut hal itu merupakan strategi penting dalam pendidikan karakter berlalu lintas sejak usia dini.

Pengenalan aturan jalan raya sejak dini dinilai sangat penting agar anak-anak memahami mana yang boleh dilakukan, mana yang wajib dipatuhi, serta mana yang harus dihindari ketika berada di jalan.

"Ini bagian dari strategi kita untuk memberikan pengetahuan sejak dini tentang berlalu lintas. Ini menyeluruh kepada seluruh generasi, baik usia dini maupun mereka yang sudah layak mengendarai kendaraan bermotor,” tambahnya.

Atas keberhasilan tersebut, pihak MURI memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh penggagas kegiatan, di antaranya Bupati Brebes, Kapolres Brebes, Kasat Lantas Polres Brebes Ahmad Zaenurrozak, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Sutaryono.

Perwakilan MURI, Ari Andriani, menyampaikan bahwa angka 59.410 peserta menjadi bukti nyata kepedulian kolektif masyarakat Brebes terhadap keselamatan generasi muda.

Peringatan Hardiknas tahun ini pun tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum kuat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas demi masa depan generasi yang lebih aman, disiplin, dan bertanggung jawab. (r)
close