Penataan Pasar Hewan Bumiayu Didorong Jadi Pasar Modern, DPRD dan Pemkab Brebes Siap Kawal

HARIANBUMIAYU.COM. Brebes |Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menggelar koordinasi strategis dan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan masterplan penataan Pasar Hewan Bumiayu menuju pasar hewan modern, Kamis (21/5/2026), di Aula Eks Kawedanan Bumiayu.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur DPRD Kabupaten Brebes, OPD terkait, Forkopimca, akademisi, kepala desa, paguyuban pedagang, pengelola pasar, hingga tokoh masyarakat. Forum ini menjadi langkah awal penataan Pasar Hewan Bumiayu yang selama ini menjadi pusat distribusi ternak strategis di wilayah Brebes Selatan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, drh. Ismu Subroto, M.Si menyampaikan, penataan pasar dilakukan untuk mengatasi persoalan kemacetan kronis, keterbatasan lahan parkir, serta mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Pasar Hewan Bumiayu memiliki peran penting sebagai pusat distribusi ternak regional. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan pasar yang tertib, modern, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi PAN, Tobidin SH MH menegaskan dukungan legislatif terhadap rencana pengembangan pasar modern tersebut. Menurutnya, keberadaan pasar hewan modern akan menjadi ikon baru Kabupaten Brebes.

“Kami siap mengawal dan mendukung dari sisi anggaran maupun kebijakan. Penataan ini penting agar kemacetan bisa teratasi dan Pasar Wage Bumiayu menjadi pasar modern pertama di Brebes,” katanya.

Ia juga menyebut momentum penataan pasar menjadi apresiasi tersendiri bagi Kepala DPKH drh. Ismu Subroto yang akan memasuki masa purna tugas.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Brebes Fraksi Golkar, Sudono, menilai kondisi pasar saat ini sudah perlu pembenahan menyeluruh. Ia mengatakan gagasan pasar modern berawal dari diskusi bersama Kepala DPKH dan Kepala Desa Jatisawit.

"Kondisi pasar saat hari besar keagamaan sangat macet. Dengan penataan yang baik, aktivitas perdagangan akan lebih tertib dan nyaman. Ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi demi kemajuan Brebes,” ungkapnya.

Perwakilan Baperida Kabupaten Brebes menjelaskan, berdasarkan Geografis di wilayah Kecamatan Bumiayu  Brebes Selatan ditetapkan sebagai pusat kegiatan lokal dengan peran strategis sebagai pusat ekonomi, perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

Keberadaan Pasar Hewan Bumiayu dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan UMKM, stabilisasi harga ternak, hingga penguatan rantai pasok regional.

"Pasar hewan ini ibarat gula yang menarik semut. Aktivitas ekonomi di sekitarnya tumbuh, mulai dari warung, perdagangan, hingga jasa logistik,” jelasnya.

Asisten Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Drs. Khaerul Abidin, MM menambahkan, konsep pasar modern nantinya harus terintegrasi dengan pengembangan UMKM dan sektor peternakan.

"Pasar modern harus menjadi pusat ekonomi rakyat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung potensi daerah,” katanya.

FGD penataan Pasar Hewan Bumiayu turut dihadiri Sekda Kabupaten Brebes, sejumlah kepala OPD, Forkopimca Bumiayu, akademisi, pengelola pasar, paguyuban pedagang, hingga perwakilan masyarakat dan media massa. (Rizal S)

close