![]() |
HARIANBUMIAYU.COM. BREBES – Di tengah ketatnya persaingan usaha kuliner rumahan, produksi tahu milik keluarga di Dukuh Taraban, Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, mampu bertahan dan terus berkembang. Dirintis sejak tahun 2017, usaha tersebut kini memiliki pelanggan tetap dan mulai memasok kebutuhan pedagang di sejumlah wilayah sekitar.
Usaha tahu yang awalnya dirintis oleh Aziz itu mengalami perjalanan panjang sebelum akhirnya berkembang seperti sekarang. Dalam proses merintis, tempat produksi sempat beberapa kali berpindah lokasi hingga akhirnya menetap di tempat produksi baru di belakang rumah sekitar satu tahun terakhir.
"Awalnya perjalanan merintis usaha ini sangat luar biasa. Kami sempat sering pindah tempat usaha sebelum akhirnya menempati lokasi produksi yang sekarang,” ujar Aziz saat ditemui di ruang produksi tahu setempat, Selasa (26/5/2026).
![]() |
Aziz mengatakan, saat ini usaha produksi tahu tersebut melibatkan empat pekerja di bagian pembuatan tahu dan satu orang khusus di bagian penggorengan. Aktivitas produksi dilakukan rutin setiap hari, kecuali hari Jumat yang dijadikan waktu libur.
Dalam produksinya, mereka memproduksi tiga jenis tahu, yakni tahu balap, tahu putih, dan tahu kuning goreng. Untuk menjaga kualitas dan kesehatan konsumen, proses pembuatan dilakukan tanpa menggunakan bahan pengawet.
Selain itu, pewarna tahu kuning juga menggunakan bahan alami berupa kunyit. Menurut Aziz, kualitas rasa dan kebersihan produk menjadi hal utama yang terus dijaga agar pelanggan tetap percaya terhadap produk yang dihasilkan.
"Yang paling penting kualitas tetap dijaga. Kami juga tidak menggunakan bahan pengawet,” katanya.
![]() |
Seiring berkembangnya usaha, pengelolaan produksi kemudian diteruskan kepada adiknya, Siti Maryam, yang kini menjadi pemilik sekaligus pengelola utama usaha tahu tersebut.
Di bawah pengelolaan Siti Maryam, produksi tahu terus berjalan dan semakin dikenal masyarakat. Selain melayani pembeli langsung, usaha tersebut juga mulai memasok kebutuhan para bakul dan menerima pesanan untuk berbagai acara hajatan.
"Alhamdulillah sekarang pelanggan sudah mulai banyak. Selain melayani pembeli langsung, kami juga mengisi ke bakul-bakul dan terkadang menerima pesanan hajatan,” ujar Siti Maryam.
Setiap hari, produksi tahu dilakukan secara rutin guna memenuhi permintaan pelanggan. Ketekunan dalam menjaga kualitas bahan baku serta cita rasa menjadi kunci usaha rumahan tersebut tetap bertahan dan berkembang hingga sekarang.
Keberadaan usaha produksi tahu di Dukuh Taraban ini menjadi salah satu contoh pelaku usaha mikro lokal yang mampu berkembang melalui kerja keras, konsistensi, dan komitmen menjaga kualitas produk tradisional di tengah persaingan pasar.***



