Perpisahan SMK Ma’arif NU Paguyangan Berlangsung Haru, 377 Siswa Siap Menatap Masa Depan

HARIANBUMIAYU.COM. BREBES | Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara perpisahan siswa-siswi kelas XII SMK Ma’arif NU Paguyangan yang digelar pada Senin (11/5/2026). Sebanyak 377 siswa resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun di sekolah berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekolah setelah sebelumnya SMK Ma’arif NU Paguyangan memperingati hari lahir sekolah ke-33 melalui berbagai kegiatan bersama masyarakat dan alumni.

Kepala SMK Ma’arif NU Paguyangan, Mardiyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelepasan tahun ini merupakan angkatan ke-31 sejak sekolah tersebut berdiri 33 tahun lalu.

"Alhamdulillah hari ini kami melepaskan 377 siswa. Selama tiga tahun, para siswa telah belajar bukan hanya ilmu keahlian, tetapi juga pendidikan akhlak sesuai nilai Ahlussunnah Wal Jamaah,” ujarnya di hadapan wali murid dan tamu undangan.

Ia menjelaskan, jumlah siswa yang dilepas berasal dari beberapa jurusan, yakni Akuntansi sebanyak 80 siswa, Teknik Kendaraan Ringan (TKR) sebanyak 91 siswa, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) sebanyak 73 siswa, serta jurusan lainnya sehingga total mencapai 377 siswa.

Menurut Mardiyanto, para lulusan diharapkan mampu menjaga nama baik sekolah dan Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.

"Terbanglah tinggi, tetapi kaki tetap menapak bumi. Tetap ingat kepada bapak ibu guru dan almamater SMK Ma’arif. Kelulusan ini bukan akhir, tetapi awal perjuangan sesungguhnya di masyarakat,” pesannya kepada para siswa.

Dalam sambutannya, pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wali murid apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pembinaan terhadap siswa.

Suasana haru terlihat saat pihak sekolah secara simbolis mengembalikan para siswa kepada orang tua setelah tiga tahun menempuh pendidikan di SMK Ma’arif NU Paguyangan.

"Dulu bapak ibu menitipkan putra-putrinya kepada kami untuk belajar. Hari ini amanat itu kami kembalikan kepada bapak ibu semua. Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan berkah,” ungkap pihak sekolah.

Selain acara perpisahan siswa, pihak sekolah juga menyampaikan dukungan terhadap pembangunan Gedung Nahdlatul Ulama Ranting Winduaji serta Madin Ma’arif NU Winduaji yang saat ini tengah dirintis masyarakat setempat.

Pihak sekolah berharap pembangunan tersebut dapat berjalan lancar dan menjadi pusat kegiatan pendidikan serta keagamaan masyarakat.

Acara perpisahan berlangsung penuh kekeluargaan dan diikuti antusias oleh para siswa, wali murid, guru, serta tamu undangan hingga kegiatan selesai.***
close