PGRI: Dari Sejarah Panjang Perjuangan Guru hingga Transformasi Digital Pendidikan Nasional

 




HARIANBUMIAYU.COM, Jakarta- Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd menegaskan bahwa PGRI memiliki peran historis yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan di Indonesia, sekaligus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui digitalisasi organisasi dan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan kepada HarianBumiayu terkait perkembangan transformasi digital PGRI melalui platform resmi (https://digital-pgri.org) yang kini menjadi pusat layanan digital bagi anggota guru di seluruh Indonesia.

Menurut Unifah Rosyidi, PGRI sejak awal berdiri telah menjadi wadah perjuangan para guru dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional, memperjuangkan kesejahteraan pendidik, serta memastikan pendidikan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“PGRI bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga bagian dari sejarah panjang pembangunan pendidikan Indonesia. Dari masa ke masa, guru selalu menjadi ujung tombak perubahan bangsa,” ujarnya, Sabtu (15/05).

Sejarah dan Peran PGRI dalam Pendidikan Indonesia

PGRI telah lama dikenal sebagai organisasi yang konsisten memperjuangkan kualitas pendidikan nasional. Dalam perjalanannya, PGRI turut berperan dalam mendukung berbagai kebijakan pendidikan, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan sistem pembelajaran di sekolah.

Unifah menekankan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang membentuk karakter generasi bangsa. Oleh karena itu, PGRI terus memperkuat kapasitas guru agar mampu menghadapi tantangan pendidikan di era modern.

Transformasi Digital Pendidikan dan PGRI

Seiring perkembangan teknologi, PGRI kini memasuki era digitalisasi dengan menghadirkan platform Digital PGRI (digital-pgri.org) sebagai bentuk transformasi organisasi.

Platform tersebut menjadi sarana penting dalam berbagai layanan, seperti:

  1. Pendataan dan registrasi anggota secara digital
  2. Akses informasi kegiatan dan pelatihan guru
  3. Webinar dan pengembangan kompetensi berbasis teknologi
  4. Penguatan komunikasi antaranggota PGRI di seluruh Indonesia


“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Guru harus siap beradaptasi dengan perubahan teknologi agar tidak tertinggal dalam sistem pembelajaran modern,” tegas Unifah.

Digitalisasi Pendidikan di Era Modern

Menurutnya, digitalisasi pendidikan juga telah mengubah cara guru mengajar dan siswa belajar. Pemanfaatan teknologi seperti pembelajaran daring, kecerdasan buatan, hingga media digital interaktif menjadi bagian penting dalam proses pendidikan saat ini.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa digitalisasi harus tetap diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru dan pemerataan infrastruktur pendidikan di seluruh daerah.

Komitmen PGRI Menuju Pendidikan Masa Depan

PGRI, lanjut Unifah, berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui transformasi digital, PGRI diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan nasional serta meningkatkan profesionalisme guru di era teknologi.

“Guru adalah kunci utama dalam mencetak generasi emas Indonesia. Karena itu, PGRI akan terus bergerak maju mengikuti perkembangan zaman melalui inovasi digital,” pungkasnya.(Yws)

close