Polda Jateng Bergerak Berantas TB Paru, Brebes Tertinggi Kasus di Jawa Tengah

HARIANBUMIAYU.COM - SEMARANG  - Polda Jawa Tengah meluncurkan program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menekan penyebaran tuberkulosis (TB) di Jawa Tengah.

Kabiddokkes Polda Jateng, Agung Hadi Wijanarko mengatakan, program tersebut dilatarbelakangi tingginya angka kasus TB di Indonesia yang masih menjadi salah satu tertinggi di dunia.

Menurutnya, Indonesia menempati posisi kedua kasus TB terbanyak setelah India dengan jumlah penderita aktif mencapai sekitar 1 juta jiwa atau sekitar 10 persen dari total kasus TB dunia.

Ia menjelaskan, tingkat keberhasilan penanganan TB nasional saat ini berada di angka 86 persen, sementara cakupan tracing atau penemuan kasus baru masih sekitar 77 persen sehingga perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Berdasarkan data Situasi Tuberkulosis Indonesia 2025, Jawa Tengah menjadi provinsi ketiga dengan kasus TB terbanyak di Indonesia, mencapai 105.428 kasus.

Sementara pada 2026, lima daerah dengan kasus TB paru aktif tertinggi di Jawa Tengah yakni Brebes sebanyak 8.291 kasus, Banyumas 7.517 kasus, Tegal 6.750 kasus, Semarang 6.390 kasus, dan Cilacap sebanyak 6.261 kasus.

Sebagai langkah nyata, Polda Jateng menjalankan program tracing TB melalui pelatihan tracer bagi para Bhabinkamtibmas. Selain itu, polisi juga melakukan pendampingan tracing terhadap orang-orang yang kontak erat dengan penderita TB.

Program tersebut turut didukung dengan distribusi buku saku pedoman tracer TB, penyediaan KIT TB Paru, hingga pengoperasian mobil dan motor jemput pasien guna membantu akses layanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Artanto menegaskan bahwa keterlibatan Polri merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat peran humanis kepolisian.

Menurutnya, keberhasilan penanganan TB tidak bisa dilakukan sektor kesehatan saja, namun membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait agar penularan dapat ditekan lebih cepat. (r)
close