Purnawiyata ke-12 SMK Ma’arif NU 02 Paguyangan Berpadu Haul Akbar, 38 Lulusan Siap Menatap Masa Depan Berbekal Ilmu dan Akhlak

HARIANBUMIAYU.COM. BREBES – Suasana khidmat, haru, dan penuh makna menyelimuti pelaksanaan Purnawiyata Angkatan ke-XII Tahun Ajaran 2025/2026 SMK Ma’arif NU 02 Paguyangan yang dirangkaikan dengan Haul Akbar sesepuh Nahdlatul Ulama Desa Cilibur, Rabu (6/5/2026). Kegiatan yang digelar di halaman sekolah ini mengusung tema “Unggul Prestasi, Maju Pembangunan dalam Bingkai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.”

Sebanyak 38 siswa kelas XII resmi dilepas dalam prosesi yang berlangsung penuh haru. Momen sungkeman menjadi bagian paling menyentuh, ketika para siswa memohon doa restu kepada orang tua dengan penuh takzim, bahkan membasuh kaki sebagai simbol bakti dan penghormatan. Acara semakin semarak dengan penampilan marching band dari siswa-siswi SMK Ma’arif NU 02 Paguyangan.

Kepala SMK Ma’arif NU 02 Paguyangan, Muhammad Hakim Mustopa, S.Pd, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari keterampilan, tetapi juga dari kekuatan karakter dan akhlak.

"Harapan kami, lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga menjadi pribadi yang berbakti kepada orang tua, menjaga nama baik almamater, serta menjadi insan yang saleh dan salehah. Ilmu yang diperoleh harus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sekolah terus mengembangkan tiga program keahlian utama, yakni pertanian, komputer, dan otomotif, serta memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan perguruan tinggi guna membuka peluang kerja dan pendidikan lanjutan bagi para lulusan.

"Kami berkomitmen menjadi jembatan bagi siswa, baik yang ingin melanjutkan kuliah maupun langsung bekerja. Dukungan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) juga kami optimalkan untuk keberlanjutan pendidikan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, tokoh masyarakat H. Saefulloh menyampaikan pesan spiritual yang menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan iman.

"Ilmu dan iman adalah kunci untuk meningkatkan derajat manusia di sisi Allah SWT. Gunakan ilmu untuk kemaslahatan keluarga dan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cilibur, Sutarno, yang mewakili pemerintah desa, mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar.

"Teruslah belajar, jaga integritas, dan jadilah generasi berakhlak mulia. Desa membutuhkan peran generasi muda untuk pembangunan ke depan,” ungkapnya.

Ketua Badan Pelaksana Pendidikan SMK Ma’arif NU 02 Paguyangan, Miftakhudin, S.Pd, menegaskan bahwa purnawiyata tahun ini memiliki makna istimewa karena dipadukan dengan haul akbar sebagai bentuk penghormatan kepada para sesepuh dan pejuang Nahdlatul Ulama di Desa Cilibur.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan pendidikan di wilayah tersebut tidak lepas dari perjuangan para pendahulu sejak tahun 1964, yang menjadi tonggak berdirinya lembaga pendidikan berbasis NU.

"Generasi muda harus memahami sejarah perjuangan tersebut. Apa yang dinikmati hari ini adalah hasil jerih payah para pendahulu, sehingga penting untuk menjaga tradisi, memperkuat ukhuwah, dan terus memajukan pendidikan,” tegasnya.

Selain fokus pada akademik, pihak sekolah juga menanamkan nilai-nilai religius melalui kegiatan rutin seperti salat Dhuha, salat Zuhur berjamaah, serta pembangunan fasilitas ibadah untuk mendukung pembentukan karakter spiritual siswa.

Rangkaian acara ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kiai Amin Mustaqin yang semakin menguatkan nilai-nilai keislaman dan semangat pengabdian dalam diri para lulusan.

Pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa atas segala kekurangan selama proses pendidikan, sekaligus menitipkan harapan besar agar para lulusan terus melangkah meraih cita-cita.

Purnawiyata yang berpadu dengan haul akbar ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan momentum refleksi spiritual dan penguatan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dalam membentuk generasi unggul, berakhlak, dan berdaya saing di masa depan.***
close