![]() |
Sidang Pantukhir Daerah menjadi tahap akhir seleksi di tingkat daerah sebelum para peserta terbaik mengikuti seleksi tingkat pusat. Tahapan ini memiliki peran strategis dalam menjaring calon perwira TNI yang memiliki kualitas, integritas, serta jiwa kepemimpinan untuk mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam arahannya, Pangdam IV/Diponegoro menegaskan bahwa proses rekrutmen Calon Taruna Akademi TNI merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia TNI yang profesional dan unggul. Karena itu, seluruh tahapan seleksi harus dilaksanakan secara objektif, jujur, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, setiap peserta harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi tanpa adanya perlakuan khusus maupun kepentingan tertentu. Penilaian harus sepenuhnya didasarkan pada kemampuan, kompetensi, serta pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan.
Pangdam juga mengingatkan bahwa tanggung jawab panitia seleksi tidak hanya kepada institusi TNI, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa dan masyarakat. Integritas, profesionalisme, serta sikap independen menjadi prinsip utama yang harus dijaga agar kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen TNI tetap terpelihara.
Menutup arahannya, Mayjen TNI Achiruddin meminta seluruh panitia melaksanakan sidang dengan penuh ketelitian dan rasa tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya memberikan penjelasan secara terbuka kepada peserta yang belum memenuhi persyaratan serta memastikan keamanan seluruh proses hingga hasil sidang ditetapkan.
Melalui pelaksanaan seleksi yang berkualitas, objektif, dan berintegritas, diharapkan lahir calon-calon Taruna Akademi TNI yang tangguh, berkarakter, berjiwa kepemimpinan, serta siap mengemban amanah sebagai perwira TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(r)

