![]() |
BREBES. HARIANBUMIAYU.COM – Pemadaman listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan dikeluhkan sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Brebes. Salah satunya disampaikan Sudar (56), peternak ayam asal Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, yang mengaku aktivitas usahanya terancam terganggu akibat pasokan listrik yang kerap terputus secara mendadak.
Menurut Sudar, usaha penetasan telur yang dijalankannya sangat bergantung pada kestabilan pasokan listrik. Mesin tetas harus bekerja selama 24 jam dengan suhu dan kelembapan yang terjaga agar telur dapat menetas secara optimal.
Ia mengaku khawatir pemadaman listrik yang berlangsung tanpa pemberitahuan akan menyebabkan proses penetasan gagal dan mengakibatkan kerugian ekonomi.
"Kalau listrik mati mendadak, kami khawatir telur di dalam mesin gagal menetas. Proses penetasan membutuhkan suhu yang stabil, sehingga pemadaman bisa berdampak pada hasil produksi," ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Sudar menjelaskan bahwa penggunaan generator set (genset) memang dapat menjadi solusi darurat. Namun, tidak semua peternak memiliki kemampuan untuk menyediakan peralatan tersebut karena membutuhkan biaya investasi dan operasional yang cukup besar.
Selain harus membeli genset, peternak juga harus menyiapkan bahan bakar sebagai sumber energi cadangan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi beban tambahan, terlebih distribusi bahan bakar saat ini juga memiliki sejumlah pembatasan.
"Memang bisa diantisipasi dengan genset, tetapi itu membutuhkan biaya tambahan. Selain membeli alat, kami juga harus menyediakan bahan bakar yang tidak selalu mudah diperoleh," katanya.
Ia berharap perusahaan penyedia listrik dapat memberikan informasi lebih awal apabila akan dilakukan pemadaman terencana. Dengan demikian, para pelaku usaha dapat melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kerugian.
Keluhan serupa juga dirasakan sejumlah peternak lain yang berharap layanan kelistrikan semakin memperhatikan kebutuhan sektor usaha produktif yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Menanggapi kondisi tersebut, Manajer Komunikasi Unit Induk Distribusi Jawa Tengah, Prayudha Fasya Perdana, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan di Pulau Jawa saat ini masih beroperasi dalam kondisi terkendali. Namun, PLN terpaksa melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di beberapa wilayah demi menjaga keandalan sistem.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena adanya kendala teknis pada sejumlah pembangkit listrik, termasuk dua unit pembangkit berkapasitas besar yang sementara tidak beroperasi akibat gangguan teknis. Kondisi itu menyebabkan kemampuan pasokan listrik sistem menurun.
PLN, lanjut Prayudha, terus mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain serta melakukan pengaturan operasi sistem agar keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik tetap terjaga.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Perusahaan memastikan kebijakan manajemen beban hanya bersifat sementara dan akan dihentikan secara bertahap setelah kondisi pasokan listrik kembali normal.
Dengan adanya kepastian tersebut, para peternak berharap pemulihan sistem dapat segera terealisasi sehingga aktivitas usaha yang bergantung pada listrik dapat kembali berjalan normal tanpa kekhawatiran mengalami kerugian akibat pemadaman mendadak.***

