![]() |
| Ilustrasi/Istimewa ( Meta :AI) |
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho, membenarkan adanya penghentian operasional sejumlah SPPG tersebut pada Senin (8/6/2026).
Menurut Arya, dari total 182 SPPG yang ada di Kabupaten Brebes, sebanyak 50 SPPG saat ini tidak beroperasi. Rinciannya, 31 SPPG terdampak keterlambatan pencairan anggaran dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sementara 19 SPPG lainnya berstatus suspend.
"Ada 50 SPPG yang berhenti sementara. Sebanyak 31 SPPG karena dana belum cair akibat keterlambatan pencairan PPK, sedangkan 19 SPPG lainnya sedang suspend," ujar Arya.
Setiap SPPG diketahui melayani sekitar 2.200 hingga 2.500 penerima manfaat. Dengan berhentinya 31 SPPG tersebut, diperkirakan lebih dari 68.200 siswa di Kabupaten Brebes terdampak dan tidak menerima paket MBG.
Salah satu penerima manfaat, Fika Mulyaningrum, mengaku tidak mendapatkan MBG pada hari pertama penghentian layanan.
"Hari ini tidak dapat. Penginnya MBG beroperasi lagi agar pelajar bisa mendapatkan jatah makan lagi," katanya.
Hal serupa disampaikan Evan Jose Setiawan. Ia berharap program MBG dapat kembali berjalan karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa.
"Semoga diadakan lagi dengan lauk yang lebih variatif dan sehat agar tidak membosankan," ujarnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program MBG SMP Negeri 1 Brebes, Fakrurrozi, menjelaskan bahwa informasi penghentian sementara diterima pihak sekolah pada Minggu malam (7/6/2026) melalui grup komunikasi SPPG.
Di SMP Negeri 1 Brebes sendiri, terdapat 734 siswa yang tercatat sebagai penerima manfaat MBG. Distribusi terakhir diterima pada Jumat pekan lalu.
"Kami mendapat informasi semalam bahwa program dihentikan sementara sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Harapan kami tentu program ini bisa kembali berjalan secepatnya karena sangat membantu para siswa," kata Fakrurrozi.
Penghentian sementara operasional puluhan SPPG tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa dan pihak sekolah. Mereka berharap permasalahan administrasi dan pencairan anggaran dapat segera diselesaikan sehingga Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan normal dan manfaatnya dapat dirasakan oleh para pelajar di Kabupaten Brebes.***

