![]() |
HARIANBUMIAYU.COM. BREBES // Upaya memperkuat kepedulian sosial dan membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat menjadi fokus dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang dirangkaikan dengan penyuluhan sosial bertema “Peningkatan Kualitas Tanggung Jawab dan Kesetiakawanan Sosial di Masyarakat”. Kegiatan tersebut berlangsung di Kebon Lumpang, Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan dipimpin oleh dr. Mesi Widya Astuti, M.Mars, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan 12 yang meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kota Tegal. Selain menjadi ajang menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya tanggung jawab sosial dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Brebes Hj. Nur Bintang, S.I.Kom, Penyuluh Sosial Ahli Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Mariyana Dewayani, S.H., Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Brebes Tarsono, S.E., M.M., tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta ratusan warga yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam pemaparannya, Mariyana Dewayani menegaskan bahwa kesetiakawanan sosial merupakan salah satu pilar utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, kuat, dan berdaya saing. Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang muncul di lingkungan masyarakat dapat diminimalisir apabila nilai kepedulian dan kebersamaan terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
![]() |
“Kesetiakawanan sosial harus terus dipelihara. Ketika masyarakat memiliki rasa peduli terhadap sesama, maka berbagai persoalan dapat dihadapi bersama melalui semangat gotong royong dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas tanggung jawab sosial tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, penyuluhan sosial menjadi salah satu langkah penting untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi warga dalam membantu sesama.
Sementara itu, Tarsono menjelaskan bahwa penyuluhan sosial merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dan berbagai program kesejahteraan sosial yang dijalankan pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan program sosial sangat ditentukan oleh pemahaman masyarakat terhadap mekanisme dan tujuan program tersebut. Karena itu, komunikasi yang baik dan keterbukaan informasi menjadi faktor penting agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar mengenai program sosial sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi secara langsung kepada pemerintah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Mesi Widya Astuti menekankan bahwa nilai tanggung jawab sosial dan kesetiakawanan harus menjadi budaya yang terus tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kuatnya hubungan sosial serta kepedulian antarwarga.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan reses menjadi momentum penting untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
“Peningkatan kualitas tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial merupakan fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera. Ketika rasa peduli dan kebersamaan tumbuh, maka berbagai persoalan sosial akan lebih mudah diatasi secara bersama-sama,” ungkapnya.
Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi dan masukan disampaikan, terutama terkait pendataan bantuan sosial yang selama ini masih menjadi keluhan masyarakat. Sejumlah peserta berharap proses pendataan dapat dilakukan lebih akurat dan transparan sehingga bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Menanggapi hal tersebut, dr. Mesi menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan pembaruan dan penyempurnaan data kesejahteraan sosial agar program bantuan semakin tepat sasaran. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam memberikan informasi yang valid guna mendukung proses pemutakhiran data.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi secara langsung dengan para narasumber mengenai berbagai persoalan sosial yang berkembang di lingkungan mereka.
Melalui tema “Peningkatan Kualitas Tanggung Jawab dan Kesetiakawanan Sosial di Masyarakat”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menumbuhkan kesadaran bahwa pembangunan kesejahteraan sosial merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.***
(Rizal Sismoro)


