![]() |
Harianbumiayu.com | Sheffield - Menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak usia dini menjadi salah satu kunci melahirkan generasi Muslim yang tangguh di tengah kehidupan masyarakat multikultural. Pesan tersebut disampaikan dai sekaligus akademisi Indonesia, Dr. Oki Setiana Dewi, S.Hum., M.Pd., saat mengisi pengajian yang diselenggarakan Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (KIBAR) Sheffield bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Sheffield di Croft House Centre, Sheffield, Rabu (29/7).
Di hadapan sekitar 100 peserta yang berasal dari kalangan diaspora Indonesia dan mahasiswa, Oki mengajak para orang tua untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam keluarga. Menurutnya, keberhasilan membentuk generasi yang berkarakter tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh teladan yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui tema "Leading by Example: Mendidik Generasi Cinta Ilmu, Menebar Manfaat dan Menjaga Kemuliaan Islam," Oki menekankan bahwa kehidupan sebagai Muslim di luar negeri justru menjadi momentum untuk menunjukkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin melalui akhlak, prestasi, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa anak-anak akan lebih mudah meneladani tindakan dibandingkan sekadar mendengar nasihat. Karena itu, keluarga memiliki peran strategis dalam menanamkan semangat belajar, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap ajaran Islam.
Pengajian tersebut turut dihadiri Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, bersama sejumlah tokoh komunitas Indonesia di Sheffield. Hadir pula Ketua KIBAR Sheffield, Satria Januarto, yang juga merupakan kader Muhammadiyah dan aktif mengembangkan berbagai kegiatan keagamaan bagi masyarakat Indonesia di wilayah tersebut.
Pada penghujung acara, Oki Setiana Dewi menyampaikan apresiasi atas bergabungnya PCIM Britania Raya dan Irlandia sebagai anggota Muslim Council of Britain (MCB). Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan langkah penting yang menunjukkan semakin diakuinya kontribusi Muhammadiyah dalam membangun kehidupan umat Islam di Britania Raya.
"Mudah-mudahan keberadaan Muhammadiyah menjadi satu kontribusi positif yang insya Allah bisa bermanfaat untuk umat," ujar Oki.
Sementara itu, Ince Dian Aprilyani Azir menyatakan bahwa keanggotaan PCIM di MCB menjadi tanggung jawab besar untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi Islam di Inggris. Ia berharap pencapaian tersebut juga dapat membuka ruang bagi komunitas Indonesia lainnya agar semakin berperan dalam memperkuat persatuan umat serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui partisipasinya dalam berbagai kegiatan komunitas, PCIM Britania Raya dan Irlandia terus memperkuat sinergi dengan organisasi diaspora Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun ukhuwah, memperluas dakwah, dan menghadirkan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat Muslim di Britania Raya.***

