Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Benda PAW Khalimi, perwakilan Dinas Pengairan Kabupaten Brebes, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Brebes, unsur TNI dan Polri, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta masyarakat dari Desa Benda, Penggarutan, dan Adisana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Gus Mujib. Dalam doa tersebut, seluruh peserta memohon agar lahan pertanian yang telah diperbaiki kembali produktif serta terhindar dari bencana serupa di masa mendatang.
Kepala Desa Benda PAW Khalimi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses normalisasi hingga selesai. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, instansi terkait, aparat keamanan, dan masyarakat.
![]() |
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan agar aliran tetap lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan.
Sementara itu, Gus Mujib mengingatkan bahwa rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga dengan kepedulian dalam menjaga lingkungan dan memperkuat semangat kebersamaan.
"Musibah menjadi pelajaran bagi kita semua. Apa yang telah diperbaiki harus dijaga bersama agar memberikan manfaat bagi masyarakat," pesannya.
Perwakilan Dinas Pengairan dan Dinas PUPR Kabupaten Brebes menjelaskan bahwa normalisasi saluran irigasi dan rehabilitasi lahan merupakan bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian pascabanjir. Perbaikan dilakukan secara bertahap sebagai langkah mengurangi potensi banjir di masa mendatang.
Selain itu, masyarakat juga diimbau ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun, termasuk tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran irigasi.
Kehadiran personel TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemulihan sektor pertanian sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan selesainya proses normalisasi, warga Desa Benda, Penggarutan, dan Adisana berharap aktivitas pertanian dapat kembali berjalan optimal sehingga menjadi penopang perekonomian masyarakat. Semangat gotong royong yang terbangun selama proses pemulihan juga diharapkan terus terjaga dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.***
Editor: Rizal Sismoro


