GBF 2026 Resmi Dibuka, 108 Stand UMKM Gerakkan Pesta Rakyat dan Ekonomi Bumiayu

HARIANBUMIAYU.COM | BREBES - Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 resmi dibuka di Lapangan Asri Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jumat (28/8/2026). Sebanyak 108 stand UMKM, wahana hiburan, serta beragam pertunjukan seni dan budaya turut memeriahkan pesta rakyat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

GBF 2026 akan berlangsung selama lebih dari dua pekan, mulai 28 Agustus hingga 12 September 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bumiayu dan Kabupaten Brebes.

Pembukaan GBF 2026 diawali dengan berkumpulnya panitia dan tamu undangan di Pendopo II Bumiayu Brebes, kawasan eks Kawedanan Bumiayu. Selanjutnya, rombongan mengikuti kirab menuju Lapangan Asri Bumiayu.

Kirab berlangsung meriah dengan iringan marching band SMP Negeri 1 Bumiayu serta kesenian calung. Rombongan terdiri dari Wakil Bupati Brebes, Ketua Panitia GBF 2026, unsur Forkopimcam, Kapolsek, Babinsa, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, perwakilan OPD, panitia, dan tamu undangan.

Setibanya di Lapangan Asri Bumiayu, acara dilanjutkan dengan prosesi pengguntingan pita sebagai tanda resmi dimulainya Gebyar Bumiayu Fair 2026.

Rangkaian pembukaan kemudian diisi dengan pembacaan doa, laporan Ketua Panitia, sambutan Wakil Bupati Brebes, serta berbagai penampilan seni dan budaya. Sejumlah pertunjukan turut memeriahkan berlangsung meriah dengan iringan marching band SMP Negeri 1 Bumiayu, kesenian calung, cucuk lampah, serta berbagai penampilan seni. Pembukaan GBF juga dimeriahkan fashion show dari SD Negeri Kalierang 01 Bumiayu dan penampilan Sanggar Puspa Rinonce.

Ketua Panitia GBF 2026, Edi Riyanto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, instansi, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, GBF 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong perkembangan UMKM dan perekonomian lokal.

"Terima kasih kepada seluruh panitia, instansi dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan Gebyar Bumiayu Fair dapat terus menjadi kegiatan yang memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Edi menjelaskan, sebanyak 108 stand turut berpartisipasi dalam GBF 2026. Stand tersebut diisi oleh pelaku UMKM dengan beragam produk, terutama makanan dan produk lokal. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati wahana hiburan dan taman ria.

"Kegiatan ini kami harapkan dapat memberikan ruang bagi UMKM di Kabupaten Brebes dan daerah sekitarnya untuk berkembang, sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Brebes Wurja, S.E., mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan Gebyar Bumiayu Fair 2026.

Menurutnya, kemeriahan GBF mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Bumiayu. Daerah tersebut, kata dia, memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan, baik di bidang ekonomi, seni, maupun budaya.

"Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga. Bumiayu memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan agar semakin maju,” ungkapnya.

Ia berharap GBF 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, berkarya, mempromosikan produk lokal, serta memperkuat perekonomian daerah. Seluruh pihak juga diimbau untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Usai seremoni pembukaan, para tamu undangan mengunjungi stand-stand peserta untuk melihat langsung berbagai produk UMKM dan potensi lokal yang dipamerkan.

Dukungan terhadap penyelenggaraan GBF 2026 juga datang dari Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Brebes, H. Indra Kusuma.

Menurutnya, kegiatan seperti Gebyar Bumiayu Fair sangat penting karena memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM. Selain itu, kegiatan tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.

"Kegiatan seperti ini sangat kami dukung karena memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya. Momentum seperti ini tentu sangat membantu para pelaku usaha,” ujarnya.

Indra menambahkan, berbagai kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, termasuk pesta rakyat dan karnaval, turut meningkatkan aktivitas perdagangan masyarakat.

"Kadin terus mendorong dan membina para pelaku UMKM agar mampu berkembang dan meningkatkan daya saing. Perekonomian masyarakat harus terus kita dorong dari bawah. GBF menjadi salah satu bentuk pesta rakyat yang mampu menggerakkan perdagangan dan memberikan peluang bagi UMKM lokal maupun dari daerah lain,” katanya.

Ia berharap Gebyar Bumiayu Fair dapat terus berkembang menjadi agenda yang mampu mengangkat potensi daerah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Kabupaten Brebes.

Dengan kehadiran 108 stand UMKM, wahana hiburan, serta pertunjukan seni dan budaya, Gebyar Bumiayu Fair 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga wadah promosi produk lokal dan penggerak ekonomi kerakyatan.

GBF 2026 yang berlangsung mulai 28 Agustus hingga 12 September 2026 menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 RI, sekaligus mendorong Bumiayu terus berkembang melalui penguatan UMKM, pelestarian budaya, dan semangat gotong royong.***
close