![]() |
HARIANBUMIAYU.COM | BREBES – Paguyuban Pedagang Kalinusu (PPK) Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-4 dengan menggelar pengajian umum sekaligus santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa, Rabu (12/8/2026).
Mengusung tema “Kompak Berdagang, Kompak Berbagi”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi PPK untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial dan mendorong kemajuan ekonomi masyarakat Desa Kalinusu.
Dalam kegiatan tersebut, PPK Kalinusu menyalurkan santunan kepada 33 anak yatim piatu dan 87 kaum dhuafa, sehingga total penerima manfaat mencapai 120 orang.
Ketua PPK Kalinusu, Burhan Fauji yang akrab disapa Sukir, mengatakan peringatan HUT ke-4 bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan paguyuban sekaligus meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat.
![]() |
“Atas nama pribadi dan seluruh pengurus PPK, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, khususnya Bapak Kepala Desa dan para donatur. Tanpa dukungan panjenengan semua, acara ini tidak akan berjalan,” ujar Sukir.
Menurutnya, selama empat tahun berdiri, PPK telah melewati berbagai proses hingga mampu bertahan dan berkembang. Karena itu, keberadaan paguyuban diharapkan tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosial berupa santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Sukir juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan desa. Menurutnya, pemuda tidak seharusnya hanya dilibatkan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga perlu diberi ruang untuk berkontribusi dalam bidang ekonomi, pendidikan dan masa depan generasi berikutnya.
![]() |
“Pemuda bukan hanya urusan musik, karnaval atau membuat gapura. Pemuda juga memiliki tanggung jawab terhadap ekonomi, pendidikan dan masa depan generasi berikutnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukir turut menyoroti kondisi UMKM di Desa Kalinusu yang dinilai masih membutuhkan perhatian dan pendampingan. Keterbatasan pelatihan, akses permodalan dan pemasaran menjadi sejumlah tantangan yang perlu dicarikan solusi bersama.
Ia berharap pemerintah desa dapat lebih melibatkan pemuda dan pelaku usaha dalam pengembangan ekonomi desa.
“Jangan biarkan pemuda hanya menjadi panitia acara. Libatkan kami untuk menggerakkan ekonomi desa. UMKM harus didampingi, diberikan akses permodalan dan dibantu pemasarannya,” katanya.
PPK, lanjut Sukir, siap menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi ekonomi masyarakat Desa Kalinusu.
“Jangan sampai gapura desa kita paling megah, tetapi warung warga masih sepi. Jangan sampai setiap tahun kita membuat acara besar, tetapi anak muda masih merantau karena di desa tidak ada pekerjaan. Ini menjadi pekerjaan kita bersama,” ujarnya.
![]() |
Untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan, panitia melakukan datang ke rumah. Penyaluran santunan juga dilakukan secara langsung atau door to door.
"Kami akan mendata penerima secara langsung dan meminta usulan dari pihak desa agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelas Sukir.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Brebes, Hj. Nur Bintang, S.Kom., menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-4 PPK Kalinusu. Ia mengapresiasi keberadaan paguyuban yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong kemajuan UMKM.
SKami mendukung PPK. UMKM harus terus ditingkatkan dan kami siap membantu proses pengajuan. Apalagi PPK sudah resmi dan berbadan hukum,” ungkapnya.
Nur Bintang menegaskan, setiap bentuk bantuan maupun program tetap harus dilaksanakan melalui mekanisme dan aturan yang berlaku. Kelompok masyarakat yang telah memiliki legalitas dapat menyusun proposal secara resmi untuk kemudian diajukan melalui jalur yang sesuai.
Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar mampu mengikuti perkembangan teknologi digital untuk mendukung aktivitas perdagangan dan pemasaran produk UMKM.
"Sekarang sudah zaman modern dan digital. Kita harus bisa menggunakan HP dan memanfaatkan teknologi yang ada,” katanya.
Kepala Desa Kalinusu, Wasid, turut menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia menyebut sebagian besar warga Kalinusu bekerja sebagai petani sehingga sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat.
Wasid juga menyinggung persoalan pembangunan bendungan yang telah dinantikan masyarakat selama bertahun-tahun. Pemerintah desa sebelumnya telah menerima surat terkait rencana pembangunan bendungan tersebut, namun hingga kini pelaksanaannya masih mengalami penundaan.
Kegiatan HUT ke-4 PPK Kalinusu turut dihadiri tokoh masyarakat H. Waryono, para pengurus dan anggota PPK, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para penerima santunan.
Pengajian umum dalam rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan Ustaz Agus Abdul Aziz, S.H., pengasuh Majelis Ta'lim Darul Hikam, Purwojati, Banyumas.
Peringatan HUT ke-4 ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas para pedagang, menumbuhkan kepedulian sosial serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat Desa Kalinusu.
Semangat tersebut dirangkum dalam tema “Kompak Berdagang, Kompak Berbagi”, sebagai upaya bersama membangun ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***




