Harianbumiayu.com | Brebes - Aliansi Masyarakat Peduli Keselamatan Flyover Kretek (AMPK) kembali menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan untuk kepentingan kelompok ataupun pribadi, melainkan murni demi keselamatan masyarakat. Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Rumah Makan Kebon Lumpang, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Rapat dihadiri Kasat Intelkam Polres Brebes AKP Suhermanto, S.H., Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin, S.H., M.H., Danramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes Kapten Arm Sukirno beserta jajaran, perwakilan Kecamatan Paguyangan, Ketua AMPK Dedi Anjar, Sekretaris AMPK Yasir Andi, tokoh masyarakat, serta para aktivis AMPK.
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) menargetkan sejumlah langkah penanganan hingga akhir Agustus 2026, meliputi pemasangan 20 unit penerangan jalan umum (PJU), penentuan titik pemasangan CCTV, serta percepatan realisasi pembangunan jalan lingkar yang selama ini menjadi tuntutan masyarakat.
![]() |
"Sudah delapan tahun masyarakat menunggu. Selama itu pula kecelakaan terus terjadi. Perjuangan ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi demi keselamatan seluruh pengguna jalan, khususnya para sopir dan masyarakat yang setiap hari mencari nafkah untuk keluarga mereka. Sudah saatnya ada tindakan nyata," tegas Rohmat.
Ketua AMPK Dedi Anjar menyampaikan bahwa keputusan menunda aksi merupakan bentuk penghormatan terhadap hasil koordinasi dan kesempatan yang diberikan kepada pemerintah untuk membuktikan komitmennya.
"Kami memberikan ruang hingga akhir Agustus. Namun yang kami harapkan bukan lagi janji, melainkan dimulainya pembangunan jalan lingkar sebagai solusi permanen untuk mengurangi angka kecelakaan," ujarnya.
Kasat Intelkam Polres Brebes AKP Suhermanto, S.H., mengapresiasi sikap AMPK yang mengedepankan dialog dan koordinasi. Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat terus dijaga sehingga setiap aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara tertib dan sesuai mekanisme, sementara seluruh pihak bersama-sama mengawal percepatan penyelesaian persoalan tersebut.
Danramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes Kapten Arm Sukirno, juga memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat yang tetap mengedepankan musyawarah. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dijamin undang-undang, namun pelaksanaannya harus tetap sesuai aturan dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban. Ia menegaskan TNI siap mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan keselamatan masyarakat melalui sinergi dengan seluruh instansi terkait.
Sementara itu, Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keselamatan pengguna jalan merupakan kepentingan bersama. Pihak kepolisian akan terus mendukung langkah-langkah koordinatif yang bertujuan menciptakan keamanan, ketertiban, serta mendorong percepatan penanganan titik rawan kecelakaan di kawasan Flyover Kretek.
Perwakilan Kecamatan Paguyangan, Seger selaku Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib), mengakui kawasan tersebut memang menjadi salah satu titik yang memerlukan perhatian serius. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat mempercepat lahirnya solusi yang telah lama dinantikan.
Rapat koordinasi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal realisasi pembangunan jalan lingkar sebagai langkah strategis menekan angka kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan di kawasan Flyover Kretek. (r)


