![]() |
HARIANBUMIAYU.COM | BREBES - SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan menggelar Manupa Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut menghadirkan KH Ajir Ubaidillah atau Gus Ajir serta Habib Umar bin Muhammad Al Habsyi.
Kegiatan diikuti keluarga besar SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan, mulai dari siswa, guru, karyawan, wali murid, hingga tamu undangan. Rangkaian acara berlangsung khidmat melalui doa, tausiyah, dan lantunan sholawat yang diiringi Hadroh Syafa’atur Rosul SMK Ma’arif NU Paguyangan.
Kepala SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan, Mardiyanto, S.Ag., M.M., dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan dapat berkumpul dalam momentum peringatan Maulid Nabi.
![]() |
"Sekitar 40 persen siswa kami berasal dari Kabupaten Banyumas dan 60 persen dari Kabupaten Brebes,” ungkap Mardiyanto.
Saat ini, jumlah peserta didik SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan mencapai sekitar 1.236 siswa. Mardiyanto berharap seluruh ikhtiar keluarga besar sekolah dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para siswa senantiasa mendapatkan keberkahan.
Ia juga mengajak seluruh siswa menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam sikap, perilaku maupun semangat menuntut ilmu.
![]() |
Ia menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah sebagai idola dan teladan utama. Hal tersebut sejalan dengan kandungan QS Al-Ahzab ayat 21 yang menempatkan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah atau suri teladan yang baik.
Gus Ajir juga mengingatkan empat sifat wajib bagi rasul, yakni shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah, sebagai nilai luhur yang dapat menjadi pedoman dalam membangun karakter dan kepribadian.
"Kalau ingin sukses, banyaklah meneladani Nabi Muhammad SAW,” pesan Gus Ajir kepada para siswa.
Menurutnya, kesuksesan tidak datang begitu saja, tetapi membutuhkan usaha, kedisiplinan, kemauan belajar, serta cita-cita yang jelas. Para siswa juga didorong untuk mencatat dan mengulang kembali berbagai hal penting yang diperoleh selama pembelajaran maupun kajian.
Selain menyampaikan tausiyah, Gus Ajir mengajak para siswa menjaga kekompakan dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap ilmu dan pesan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti di aula sekolah, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui Manupa Bersholawat diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan generasi muda kepada Rasulullah SAW sekaligus membentuk karakter pelajar yang berakhlak, disiplin, berilmu, dan memiliki semangat meraih masa depan. Pungkasnya. (Rizal)



