![]() |
HARIANBUMIAYU.COM | BREBES - Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg-67 Tahun 2026 turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan Management Training Course Level III di Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Balai Desa Limbangan tersebut menjadi sarana bagi peserta didik untuk menggali informasi sekaligus melihat secara langsung kondisi masyarakat, khususnya kelompok tani dalam memperoleh pupuk bersubsidi.
Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan yang melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, perangkat desa, serta kelompok tani. Hadir Kapolsek Kersana AKP Teguh Adi W, Babinsa Koramil 06 Kersana Sertu Solikhin mewakili Danramil, Kepala Desa Limbangan Tulab, PPL Pertanian Rokhman, perangkat desa dan para petani.
Dalam dialog bersama kelompok tani, peserta didik Sespimmen Polri Dikreg-67 menggali berbagai informasi mengenai mekanisme dan kondisi pendistribusian pupuk bersubsidi di wilayah Kersana, khususnya Desa Limbangan.
![]() |
Selain studi lingkungan dan pengumpulan data, peserta didik juga menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan kepada anggota kelompok tani. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan serta kepedulian terhadap masyarakat.
Plt. Kasi Humas Polres Brebes Iptu Syaiful Hidayat mengatakan, kegiatan studi lingkungan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung dari lapangan.
“Peserta didik dapat melihat dan memahami kondisi masyarakat, khususnya para petani. Data dan informasi mengenai penyaluran pupuk bersubsidi ini diharapkan memberikan gambaran nyata mengenai pelaksanaannya di tingkat desa,” ujar Syaiful.
Menurutnya, dialog yang melibatkan berbagai pihak juga menunjukkan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam mendukung program pemerintah.
Polsek Kersana, lanjut Syaiful, turut melakukan pendampingan, monitoring dan pengamanan selama kegiatan berlangsung. Ia mengapresiasi keterbukaan masyarakat dan petani dalam menyampaikan informasi kepada peserta didik.
“Respons masyarakat sangat positif. Para petani aktif memberikan informasi dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik,” katanya.
Dari kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh sejumlah masukan yang dapat menjadi bahan dalam pelaksanaan Management Training Course Level III. Berbagai informasi tersebut diharapkan turut memberikan gambaran mengenai upaya meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran distribusi pupuk bersubsidi.Kegiatan juga menjadi ruang komunikasi antara petani dengan unsur pemerintah dan aparat keamanan sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui secara langsung.
Syaiful berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat komunikasi dan sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian dan masyarakat.
“Harapannya, sinergi yang terbangun dapat mendukung program pemerintah sekaligus menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kersana tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.***


