![]() |
Gangguan tersebut sebelumnya diduga terjadi akibat putusnya jalur pipa transmisi. Tim teknis kemudian melakukan penelusuran untuk memastikan titik kerusakan dengan menerjunkan dua tim dari arah berbeda.
Penelusuran dilakukan menuju kawasan antara BPT 2 dan BPT 3, tepatnya di wilayah Kali Bacin. Setelah dilakukan pencarian, tim berhasil menemukan lokasi pipa yang putus pada Kamis (17/9/2026).
Kepala Unit IKK PDAM Paguyangan, Yudi Setyawan, mengatakan pipa tersebut putus setelah tertimpa pohon. Kondisi medan yang berada jauh di dalam kawasan hutan membuat proses penelusuran membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar.
“Alhamdulillah tidak ada kendala di lapangan. Lokasinya sangat jauh di dalam hutan dan jarak tempuh menuju lokasi bisa mencapai lima jam jalan kaki,” ujar Yudi.
Sebelum titik kerusakan ditemukan, hasil pengecekan awal terhadap sejumlah sumber air, yakni Tuk Bening, Ngadem, dan Mrengmang, diketahui masih dalam kondisi aman dan normal.
Dengan ditemukannya titik kerusakan, tim teknis selanjutnya dijadwalkan melakukan perbaikan jalur pipa pada Jumat (18/9/2026). Perbaikan dilakukan untuk mempercepat pemulihan aliran air kepada pelanggan di seluruh wilayah pelayanan IKK Paguyangan.
Pihak Perumda Air Minum Tirta Baribis Unit IKK Paguyangan sebelumnya telah menyampaikan informasi kepada pelanggan terkait gangguan tersebut dan meminta masyarakat untuk bersabar selama proses penelusuran serta perbaikan berlangsung.
Pihak PDAM juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan aliran air tersebut.
Informasi perkembangan penanganan akan disampaikan kembali setelah proses perbaikan dilakukan dan kondisi aliran air berangsur normal,"pungkasnya.***

