![]() |
HARIANBUMIAYU.COM | BREBES – Sebanyak 458 anak yatim piatu dari wilayah Brebes Selatan menerima santunan dalam kegiatan sosial yang digelar Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 di Lapangan Asri Bumiayu, Kabupaten Brebes ,Kamis malam (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB tersebut menjadi salah satu rangkaian GBF 2026. Santunan diberikan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu sebelum dilanjutkan dengan kegiatan hiburan religi.
Acara semakin semarak dengan penampilan Terbang Genjring Jawa Al Fatih Taraban serta Grup Hadroh IPNU-Ansor Kalijurang. Nuansa religi dan kebersamaan mewarnai kegiatan yang dihadiri Kadin Brebes, Forkopimcam, unsur panitia, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para donatur, sponsor serta masyarakat.
Ketua Panitia GBF 2026, Edi Riyanto, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan tersebut bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan menjadi wujud kepedulian, kasih sayang dan perhatian bersama kepada anak-anak yatim piatu.
![]() |
Ia juga memberikan pesan khusus kepada anak-anak yang hadir agar tidak pernah merasa sendiri ataupun rendah diri.
"Teruslah belajar, rajin beribadah, hormati orang tua dan guru, serta kejarlah cita-cita setinggi mungkin. Kalian adalah anak-anak hebat yang memiliki kesempatan dan masa depan yang sama,” pesannya.
Edi Riyanto turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur, sponsor, panitia serta masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan santunan tersebut.
Ia berharap seluruh kebaikan dan kepedulian yang diberikan dapat menjadi amal ibadah serta memperoleh balasan yang berlipat dari Allah SWT.
![]() |
Menurutnya, penyelenggaraan GBF 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bumiayu dan sekitarnya karena mampu menjadi ruang kebersamaan sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut juga membuka kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berpartisipasi dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat bawah.
"UMKM sangat penting karena mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, ekonomi masyarakat, terutama kalangan bawah, bisa terus hidup dan berkembang,” ujarnya.
![]() |
Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga dan diwujudkan melalui kegiatan nyata.
Kegiatan santunan terhadap 458 anak yatim piatu dari wilayah Brebes Selatan tersebut dilakukan secara simbolis di hadapan para tamu undangan dan masyarakat yang memadati Lapangan Asri Bumiayu.
Usai prosesi santunan, acara dilanjutkan dengan penampilan genjring dan hadroh, sebelum rangkaian kegiatan memasuki waktu istirahat dan pelaksanaan salat.
Melalui kegiatan sosial tersebut, GBF 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan semangat kepedulian sosial dan berbagi kepada sesama, khususnya anak-anak yatim piatu di wilayah Brebes Selatan. (Rizal)




