Tujuh Ruang Kelas Hangus Terbakar, Kerugian SMAN 1 Bantarkawung Ditaksir Capai Lebih Rp2 Miliar

HARIANBUMIAYU.COM | Brebes - Kebakaran besar melanda gedung SMA Negeri 1 Bantarkawung, beralamat di Jalan Bantarkawung–Salem, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, pada hari Sabtu (5/9/2026) sore. Api melahap bangunan ruang kelas hingga menyebabkan atap ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena sekolah sedang libur kegiatan belajar.

KRONOLOGIS KEJADIAN

Sekitar pukul 15.30 WIB — Kebakaran pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah saat hendak pulang bertugas. Saat melintas di bagian belakang ruang kelas XI, penjaga melihat titik api sudah cukup besar di area belakang bangunan sekolah. Api diduga bermula dari lahan kebun yang dipenuhi ranting dan daun kering.

"Saat tiba di belakang kelas api sudah membesar karena kondisi kering dan angin kencang, api merembet ke bangunan kelas,” ungkap Feri, salah satu penjaga sekolah.

Sekitar pukul 15.40–15.50 WIB — Karena kondisi cuaca panas dan kering serta dihembus angin cukup kencang, api dengan cepat membesar dan merambat melalap bangunan ruang kelas. Upaya pemadaman awal oleh petugas sekolah tidak membuahkan hasil karena api merambat terlalu cepat.

Sekitar pukul 16.00 WIB — Relawan Redcar Kecamatan Bantarkawung tiba lebih dulu di lokasi dan segera melakukan pemadaman awal. Kobaran api semakin membesar dan terlihat jelas dari jarak jauh.

Sekitar pukul 16.10 WIB — Rekaman video mulai beredar di sejumlah grup WhatsApp. Terlihat jelas kobaran api membakar bagian atap bangunan sekolah, rangka kayu terbakar hingga menyebabkan genteng-genteng jatuh berantakan. Dalam rekaman terdengar suara meminta bantuan: “Satu kelas sudah terbakar, mohon bantuan.” Rekaman lain juga memperlihatkan atap ruang kelas telah ambruk akibat kebakaran.

Sekitar pukul 16.20 WIB — Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Pos Bumiayu dan BPBD tiba di lokasi. Petugas langsung menjinakkan kobaran api. Namun proses pemadaman terkendala minimnya sumber air di lingkungan sekolah, sehingga petugas harus memompa air dari Sungai Pemali yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi.

Sore hingga menjelang malam — Api perlahan mulai mengecil, namun petugas gabungan terus melakukan penyemprotan air dan pendinginan menyeluruh guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Proses pemadaman dibantu juga oleh unsur TNI, Polri, serta masyarakat sekitar sekolah.

DAMPAK DAN KETERANGAN PIHAK TERKAIT

Dari hasil peninjauan di lokasi, tercatat tujuh ruang kelas XI hangus terbakar. Kerugian material berupa lemari, meja, kursi, atap, dan genteng yang ambruk ditaksir mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Kepala SMAN 1 Bantarkawung, Drs. Mokhamad Zaenal Alimin, M.Pd., membenarkan jumlah kerusakan dan nilai kerugian tersebut.

Petugas Pemadam Kebakaran Bumiayu, Valdo, menyatakan api berasal dari area belakang sekolah lalu merambat ke bangunan kelas. Angin kencang mempercepat penjalaran api.

"Api sudah mulai mengecil, namun petugas masih berusaha melakukan pemadaman dan pendinginan agar tidak ada titik api yang kembali menyala,” ujar Valdo di lokasi kejadian.

Koordinator Lapangan BPBD Brebes Wilayah Bumiayu, Budi Sujatmiko, menyatakan penanganan dilakukan secara gabungan oleh petugas Damkar, BPBD, Polsek, Koramil, serta para relawan. Ia juga menegaskan perlunya hidran air di wilayah Bantarkawung guna mengatasi kendala pasokan air saat terjadi kebakaran.

Sementara itu, Kanit Intelkam Polsek Bantarkawung, Aiptu Agung, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjaga di lokasi untuk memantau dan memastikan api benar-benar padam sepenuhnya. (Yasir Andi)
close