![]() |
Festival tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pemuda, pelaku usaha, seniman, dan masyarakat. Selain menghadirkan hiburan, kegiatan ini diarahkan untuk membuka peluang ekonomi, memperluas ruang kreativitas generasi muda, serta memperkuat kepedulian sosial.
Bantarkawung Festival 2026 mengangkat tema “Penguatan Persatuan dan Kesatuan Bangsa serta Ketahanan Sosial Budaya melalui Pelestarian Budaya Lokal dan Pemberdayaan Kreativitas Pemuda di Kabupaten Brebes Tahun 2026.” Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya daerah sekaligus melibatkan generasi muda dalam pembangunan masyarakat.
Sejumlah kegiatan disiapkan untuk menjangkau berbagai kebutuhan warga. Pentas seni dan budaya memberikan kesempatan kepada seniman lokal untuk menampilkan karya, sedangkan stan UMKM menjadi sarana promosi produk usaha masyarakat. Kehadiran bioskop keliling turut menambah pilihan hiburan bagi pengunjung.
![]() |
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., hadir mewakili Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma yang berhalangan hadir karena agenda keluarga.
Dalam sambutannya, Fajar menyampaikan salam dari Bupati kepada masyarakat Bantarkawung serta mengapresiasi terselenggaranya festival yang melibatkan berbagai unsur masyarakat tersebut.
Ia menilai Bantarkawung Festival memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian lokal, terutama melalui peningkatan kunjungan masyarakat ke stan UMKM dan ruang promosi bagi produk-produk unggulan daerah.
Menurut Fajar, kegiatan seni dan budaya juga perlu terus dikembangkan agar para pelaku seni memiliki kesempatan untuk berkarya sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal.
![]() |
Ia turut mengapresiasi peran tokoh pemuda Bantarkawung, Andrian Igong, yang menggagas penyelenggaraan festival tersebut. Keterlibatan pemuda dinilai menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi daerah melalui kegiatan yang produktif dan bermanfaat.
Fajar berharap festival serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan, bahkan setiap tiga bulan sekali. Dengan penyelenggaraan berkala, pelaku seni diharapkan memperoleh ruang tampil yang konsisten, sementara pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih luas untuk memasarkan produknya.
Keberlanjutan kegiatan tersebut juga dinilai dapat memperkenalkan potensi seni, budaya, dan ekonomi Bantarkawung kepada masyarakat di luar wilayah Brebes.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes, Cecep Aji Suganda, A.P., M.Si., menyoroti pentingnya festival budaya sebagai sarana memperkuat persatuan, gotong royong, dan ketahanan sosial masyarakat.
Menurut Cecep, kegiatan budaya tidak semata-mata berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan warga dari berbagai latar belakang untuk membangun kebersamaan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas lokal.
Ia menekankan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda agar nilai-nilai tradisi tetap terjaga dan mampu berkembang mengikuti perubahan zaman.
Cecep juga mendorong agar pemuda diberikan ruang lebih luas untuk berinovasi dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Melalui kegiatan seperti Bantarkawung Festival, generasi muda dapat berperan langsung sebagai penggerak kreativitas, pelestarian budaya, dan penguatan kehidupan sosial.
Ia mengapresiasi partisipasi pelaku UMKM, seniman, komunitas, serta masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Kolaborasi antarelemen masyarakat, menurutnya, menjadi modal penting untuk menjaga keharmonisan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Sinergi antara pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian sosial diharapkan terus dikembangkan agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara lebih luas.
Antusiasme masyarakat turut mewarnai pelaksanaan Bantarkawung Festival 2026. Salah seorang warga, Fikri, mengaku senang karena festival menghadirkan beragam kegiatan yang dapat dinikmati sekaligus dimanfaatkan masyarakat.
Ia menilai keberadaan pentas seni, bioskop keliling, stan UMKM, dan job fair memberikan pilihan kegiatan yang beragam. Layanan pembuatan NIB juga dinilai membantu pelaku usaha yang membutuhkan informasi dan pendampingan terkait legalitas bisnis.
Fikri turut mengapresiasi santunan kepada 50 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang melengkapi rangkaian acara.
Menurutnya, festival akan memberikan manfaat lebih besar apabila diselenggarakan secara rutin. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut berpotensi memperluas pemasaran produk UMKM, mendukung kreativitas pemuda, dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
Warga juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma atas dukungan terhadap kegiatan positif di tingkat kecamatan. Mereka berharap Bantarkawung Festival dapat terus dikembangkan sebagai agenda yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., Sekretaris Camat Bantarkawung, Sekretaris Camat Salem, serta tokoh pemuda Bantarkawung Andrian Igong.
Penyelenggaraan Bantarkawung Festival 2026 diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mengembangkan potensi lokal Kabupaten Brebes. Melalui kolaborasi pemerintah, pemuda, pelaku usaha, seniman, dan masyarakat, festival ini berpeluang menjadi wadah penguatan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan persatuan sosial.
Ke depan, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari kesinambungan program dan manfaat yang dirasakan masyarakat setelah kegiatan berakhir.***



