![]() |
Sebanyak 100 peserta dari sembilan grup hadroh turut memeriahkan parade terbang. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan seni musik Islami di tengah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kalijurang Edi Riyanto, S.H., M.H., Ketua BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, panitia, dan masyarakat setempat.
Ketua Panitia, Signi Ilmi Ramadhan, mengatakan peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum mengenang perjuangan ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan serta menjaga keutuhan NKRI.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keagamaan, pesantren, dan tradisi Islam.
Selain parade terbang dan tari sufi, panitia menggelar lomba kaligrafi gratis bagi warga Desa Kalijurang. Perlombaan dibagi menjadi tiga kategori, yakni mewarnai kaligrafi untuk usia 4–6 tahun, kaligrafi usia 7–11 tahun, dan kategori umum untuk usia 12 tahun ke atas.
Materi lomba mengangkat Asmaul Husna, dengan penilaian meliputi kerapian, keindahan, kreativitas, dan komposisi warna. Pemenang akan menerima trofi, uang apresiasi, dan piagam setelah upacara Hari Santri.
![]() |
Ia juga mengajak warga mengikuti upacara Hari Santri di Lapangan Pejaten dengan berkumpul pukul 07.00 WIB. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gotong royong membersihkan makam.
Edi menyampaikan terima kasih kepada pihak MTs Al Ittihadiyah yang telah menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Desa Kalijurang berharap semangat perjuangan santri, pelestarian seni Islami, dan budaya gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat.***


