Lansia 83 Tahun Diduga Dibacok Anak Kandung di Kebun Jagung Pengarasan Brebes

HARIANBUMIAYU.COM | BREBES – Seorang pria lanjut usia Berinisial Ikhsan (83), warga Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, menjadi korban dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di sebuah kebun jagung milik warga di Desa Pengarasan. Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka pada beberapa bagian tubuh.

Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun dalam laporan awal, kejadian bermula ketika tiga orang saksi sedang menebang pohon jagung di lahan milik warga bernama Fathudin. Dari jarak sekitar 30 meter, para saksi melihat korban dan terduga pelaku berinisial NSN sedang berbincang.

Namun, para saksi tidak mengetahui isi pembicaraan keduanya. Tidak lama kemudian, mereka melihat korban dalam posisi terlentang dan diduga dibacok oleh NSN menggunakan sebilah golok.

Dalam laporan tersebut disebutkan, korban mengalami luka pada bagian lengan kiri, punggung kanan, leher kiri, dan pipi kiri. Senjata tajam tersebut diduga digunakan untuk menyerang korban berulang kali.

Melihat kejadian itu, ketiga saksi berupaya melerai dan menghentikan tindakan terduga pelaku. Setelah itu, NSN meninggalkan lokasi menuju rumah kepala desa setempat untuk menyerahkan diri.

Kepala Desa Pengarasan, Ahmad Nirom, kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada Polsek Bantarkawung untuk ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Aparat Lakukan Koordinasi

Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, personel piket Koramil Bantarkawung, Serka Sudirman, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Aparat TNI juga melakukan koordinasi dengan Polsek Bantarkawung dan Pemerintah Desa Pengarasan. Perkembangan kejadian selanjutnya dilaporkan kepada komando atas.

Hingga laporan ini disusun, informasi mengenai motif kejadian, kondisi terkini korban, serta proses hukum terhadap terduga pelaku masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat korban merupakan warga lanjut usia. Penanganan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap secara jelas latar belakang kejadian serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.***
close