RILIS KLARIFIKASI RESMI AMBB
![]() |
Ahmad mengatakan, AMBB pada prinsipnya tidak alergi terhadap kritik. Sebaliknya, kritik dan penyampaian aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Namun, menurut dia, kritik seharusnya disampaikan secara membangun, berbasis fakta, memberikan solusi dan dapat menjadi sumbangsih pemikiran bagi kemajuan Brebes.
“Kritik memang sikap kita. AMBB tidak pernah mengatakan bahwa masyarakat tidak boleh mengkritik. Tetapi kritik yang kami harapkan adalah kritik yang membangun, kritik yang menginspirasi, kritik yang memberikan solusi dan sumbangsih ide serta pemikiran untuk kemajuan Brebes,” ujar Ahmad.
Ia membedakan kritik yang konstruktif dengan penyebaran konten yang menurutnya tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita boleh berbeda pendapat. Kita boleh mengkritik kebijakan. Tetapi jangan kemudian membuat atau mengunggah video provokatif tanpa tanggung jawab, apalagi menggunakan nama organisasi yang tidak memberikan mandat. Itu bukan cara AMBB dalam menyampaikan aspirasi,” tegasnya.
Tidak Mengatasnamakan Organisasi Tanpa Mandat
Ahmad menegaskan, siapa pun memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sebagai warga negara. Namun, hak tersebut berbeda dengan mengatasnamakan organisasi.
AMBB, kata dia, memiliki mekanisme dalam menentukan sikap dan menyampaikan pernyataan kepada publik.
“Kalau itu pendapat pribadi, silakan bertanggung jawab sebagai pendapat pribadi. Tetapi jangan mengatasnamakan AMBB kalau tidak ada mandat dari organisasi. Kami harus menjaga nama baik dan marwah organisasi,” katanya.
Menurut Ahmad, AMBB ingin menjadi bagian dari masyarakat yang tidak hanya menyampaikan persoalan, tetapi juga ikut menawarkan gagasan dan solusi.
“Kami ingin kalau ada persoalan di Brebes, kita bicarakan. Kita kaji datanya. Kita cari akar masalahnya. Kemudian kita berikan kritik sekaligus sumbangsih pemikiran dan solusi. Itu jauh lebih produktif daripada sekadar membuat video provokatif,” ujarnya.
AMBB Tetap Berpegang pada Visi dan Misi
Ahmad menegaskan AMBB akan tetap menjalankan aktivitas organisasi sesuai visi dan misi yang telah dibangun.
AMBB membawa semangat persatuan, kebersamaan, gotong royong, pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap persoalan sosial di Kabupaten Brebes.
“AMBB akan tetap bergerak sesuai visi dan misi kami. Kami ingin Brebes bersatu, masyarakatnya berdaya, dan kesejahteraannya meningkat. Kritik tetap menjadi bagian dari sikap kami, tetapi kritik harus disertai tanggung jawab, data, gagasan dan solusi,” jelas Ahmad.
Ia kembali menegaskan bahwa video yang beredar tersebut tidak mewakili AMBB.
“Sekali lagi kami sampaikan kepada masyarakat Brebes: video TikTok tersebut bukan dibuat dan bukan diunggah oleh AMBB. Pihak yang mengunggah adalah pihak lain yang mengatasnamakan AMBB. Narasi ‘Lengserkan Bupati dan Pecat Kajari’ bukan pernyataan resmi AMBB, dan logo yang digunakan juga bukan logo resmi AMBB,” kata Ahmad.
AMBB, lanjutnya, akan terus membuka ruang dialog dan menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.
BREBES BERSATU , BREBES BERDAYA, BREBES SEJAHTERA
Ahmad Sugiarto Koordinator Aliansi Masyarakat Brebes Bersatu (AMBB)

