![]() |
Sebanyak 58 penerima santunan hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari 25 anak yatim berusia di bawah 15 tahun dan 33 janda lansia. Acara ini diprakarsai oleh warga masyarakat Kedung Banteng dan dilaksanakan secara rutin setiap tahun, sebagai bentuk kepedulian sosial dan nilai-nilai keislaman yang telah menjadi tradisi puluhan tahun di wilayah tersebut.
Ketua panitia, Aditya Nugraha, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar perayaan tahun baru Islam, melainkan juga momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
![]() |
Ia berharap kegiatan santunan ini menjadi ladang pahala bagi para donatur yang telah memberikan bantuan secara ikhlas.
"Ini bukan hanya pergantian tahun, tetapi kesempatan kita memperbaiki diri. Semoga anak-anak menjadi pribadi yang soleh dan solehah, dan bisa meraih cita-cita setinggi langit. Jangan takut gagal, karena seperti kata Presiden Soekarno, ‘raihlah cita-citamu setinggi langit’," ungkapnya penuh semangat.
![]() |
Kepala Desa Paguyangan, Fakih Maulana SH MH, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata kebersamaan warga. Ia menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi dan menghimbau masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan ketertiban bersama.
"Mari jaga keamanan dan kebersihan lingkungan. Buanglah sampah di tempat yang telah disediakan dan pisahkan sesuai jenisnya, agar tidak menimbulkan penyakit. Desa Paguyangan akan menjadi lebih baik jika kita bersama-sama menjaganya," pesannya.
![]() |
Sementara itu, KH. Hj. Miftah dari Banyumas yang mengisi tausiyah menekankan pentingnya keikhlasan dalam setiap amal. Ia berpesan agar dalam membaca dan mengamalkan ayat suci Al-Qur’an, umat Islam tidak hanya melafalkan tetapi juga memahami dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.
![]() |
Dengan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang tinggi, kegiatan santunan dalam rangka tahun baru Islam di Dukuh Kedung Banteng ini menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat desa masih memegang teguh nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Pungkasnya.
( Rizal S )