Nekat Temui KDM dengan Sepeda Ontel, Remaja Bumiayu Ini Kini Jadi Anak Asuh Bupati Brebes

Poto : Sebelah Kiri Bupati Brebes,  Tengah Adnan Prasetyo dan Kanan Kepala Dindikpora Caridah 
Brebes. Harianbumiayu.com. – Kisah inspiratif datang dari seorang remaja asal Brebes, Adnan Prasetyo (15), yang sempat viral di media sosial karena nekat mengayuh sepeda ontel seorang diri menuju Jawa Barat demi bertemu Gubernur Jawa Barat, Kang Dedy Mulyadi (KDM).

Perjalanan penuh tekad itu akhirnya membuat hati Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, tergerak untuk langsung menjemput Adnan dan mengangkatnya sebagai anak asuh.

Adnan, warga Dukuh Kampung Baru, Desa Kalierang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, ditemukan dalam perjalanannya di wilayah Subang, Jawa Barat.

Bupati Paramitha bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Brebes, Caridah, menjemput Adnan pada Senin (9/6) malam dengan bantuan dari pihak Polres Subang.

"Pertemuan berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Ibu Bupati yang sedang berada di Jakarta memutuskan untuk langsung menuju Subang guna menemui Adnan," ujar Caridah.

Setelah bertemu, Bupati Paramitha segera mengambil keputusan untuk mengasuh Adnan dan membawanya kembali ke Brebes. Adnan diketahui adalah anak yatim piatu dan sempat putus sekolah.

Kini, ia akan melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Assalafiyah, Saditan, Brebes, sekaligus bersekolah kembali di jenjang SMP.

"Seluruh biaya pendidikan Adnan akan ditanggung oleh Dinas Pendidikan. Rencananya, ia akan bersekolah di salah satu SMP di Kota Brebes," lanjut Caridah.

Kisah Adnan bermula dari tekadnya yang kuat untuk mencari bantuan. Bermodalkan sepeda ontel dan selembar kertas alamat, ia mengaku ingin bertemu KDM karena berharap mendapat pertolongan untuk melanjutkan hidup dan pendidikannya.

Adnan juga menyebut tidak mengetahui keberadaan keluarganya di Jakarta. Perjalanan panjang yang ia tempuh melalui jalur padat Pantura kini berujung pada harapan baru.

Adnan kini telah berada di Brebes, mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang sebelumnya hilang.

Langkah cepat Bupati Paramitha menuai apresiasi dari berbagai pihak karena menunjukkan kepedulian tinggi terhadap nasib generasi muda yang kurang beruntung.

Kisah Adnan menjadi pengingat bahwa tekad, meski sederhana, bisa membuka jalan menuju perubahan besar.***