![]() |
Brebes, Pendidikan Dewasa, Program DTS, PKBM Brebes, Tahroni, IPM Brebes, Kesetaraan Pendidikan, Program Kejar Paket, Dindikpora Brebes. |
"Belajar tidak mengenal usia. Melalui program DTS ini, kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga Brebes yang tertinggal dalam pendidikan,” ujar Tahroni dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes secara aktif mendorong pembentukan forum masyarakat peduli pendidikan serta memperkuatnya melalui kebijakan dan penganggaran agar upaya yang dilakukan benar-benar menyentuh akar permasalahan.
“Tujuan kita jelas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Brebes. Ini bukan sekadar program, tapi cerminan nyata dari komitmen untuk mendorong kemajuan pendidikan di daerah,” lanjutnya.
Tahroni optimis bahwa semangat para warga belajar dalam program DTS, ditambah dukungan semua pihak, akan menciptakan perubahan nyata—bukan hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan.
“Program ini harus terus dikawal dan dievaluasi secara berkala agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
![]() |
"Mayoritas warga belajar berusia di atas 20 tahun. Ini sangat signifikan dalam upaya menaikkan rata-rata lama sekolah,” kata Caridah.
Ia menyebutkan bahwa sesuai dengan amanat Bupati, setiap desa ditargetkan memiliki minimal 10 warga belajar setiap tahunnya. Dengan 297 desa di Brebes, maka target peserta program DTS mencapai sedikitnya 2.970 orang per tahun.
Caridah juga mendorong warga lulusan paket C agar melanjutkan ke Program Satu Keluarga Satu Sarjana.
![]() |
Menurutnya, sinergi antara pendidikan formal, nonformal, dan pendidikan kesetaraan sangat penting untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah, yang menjadi indikator utama dalam peningkatan IPM.
“Saat ini IPM Brebes masih berada di urutan ke-33 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Harapan kita bersama, Brebes bisa naik ke posisi 28,” pungkasnya.
( Rizal Sismoro)