![]() |
Diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kalijurang, kegiatan ini menjadi momentum spiritual sekaligus ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antarwarga serta meningkatkan kepedulian sosial.
Ketua Panitia, Rosul, S.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya acara yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat keamanan, hingga para donatur.
![]() |
Sebelum puncak acara, kegiatan diawali dengan khotmil Quran oleh jamaah Masjid Kalijurang 1 dan dilanjutkan dengan santunan kepada 49 anak yatim yang berada di wilayah desa. Rangkaian kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari masyarakat.
Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto, S.H., dalam sambutannya mengajak warga menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momen untuk introspeksi dan memperbaiki diri, baik secara spiritual maupun sosial.
![]() |
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Desa Kalijurang menerima anggaran sebesar Rp1,2 miliar dari berbagai sumber, termasuk dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti pengaspalan jalan dan penerangan desa.
“Desa Kalijurang adalah salah satu desa terluas di Brebes dengan luas 7.600 hektare dan jumlah penduduk sekitar 11.500 jiwa. Maka kebutuhan anggaran juga besar. Mohon doa dan dukungan agar pembangunan desa ini bisa terus berlanjut,” tambah Edi.
![]() |
“Semoga prestasi ini memacu semangat generasi muda untuk terus berkontribusi di berbagai bidang, baik olahraga, keagamaan, maupun sosial,” ujarnya bangga.
Puncak acara diisi oleh tausiyah Kompol H. Pujiono, S.H., M.M., Wakapolres Pekalongan, yang menyampaikan pesan-pesan hikmah dengan gaya ceramah yang ringan, santai, dan mengena di hati.
Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk memperbanyak membaca Sholawat Tibbil Qulub, yang diyakini dapat menjadi wasilah untuk kesehatan dan kelapangan hidup.
![]() |
Kompol Pujiono juga mengingatkan pentingnya bersedekah sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah. Ia secara spontan meminta jamaah yang membawa uang untuk mengangkat tangan sebagai wujud niat berbagi, seraya memanjatkan doa agar rezeki mereka dilipatgandakan.
“Yang bersedekah hari ini, semoga diberi keberkahan dan dimudahkan urusannya. Yang sakit semoga disembuhkan, yang punya hajat semoga dikabulkan, dan yang belum berhaji semoga dimampukan. Amin,” ucapnya penuh doa.
Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya hijrah akhlak, yakni perubahan dari perilaku buruk menjadi pribadi yang lebih baik dan taat.
“Mari kita hijrah dari sifat pelit menjadi dermawan, dari iri hati menjadi penyabar, dan dari lalai menjadi insan yang dekat dengan Allah,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga empat permata diri, yaitu: Iman, Rasa malu (haya'), Akhlak mulia dan Amal saleh.
Menurutnya, keempat nilai ini mudah luntur bila seseorang terkena penyakit hati seperti iri, dengki, rakus, dan lupa berzikir.
“Jangan sampai karena sibuk berdagang, kita tinggalkan Subuh. Salat dan zikir adalah pondasi ketenangan hati. Nikmati hidup dengan rasa syukur,” ujarnya.
Camat Tonjong, Lukman Hakim, yang turut hadir, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara yang sarat nilai ukhuwah Islamiyah.
“Alhamdulillah, malam ini kita bisa bersilaturahmi dan bersholawat bersama. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi warga Desa Kalijurang,” kata Lukman.
Ia mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momen evaluasi dan memperkuat persatuan.
“Tahun baru Hijriyah bukan sekadar pergeseran kalender, tetapi juga kesempatan memperbaiki akhlak dan amal. Mari kita jaga kebersamaan dan semangat gotong royong,” ajaknya.
Camat juga mengucapkan terima kasih kepada panitia, Kepala Desa, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja keras dalam menyukseskan acara. Ia berharap kolaborasi yang baik ini bisa terus berlanjut untuk kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial lainnya.
Acara ditutup dengan doa bersama, dipanjatkan dengan penuh harap agar Desa Kalijurang senantiasa diberi keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan di tahun 1447 Hijriyah.
( Rizal.S)