![]() |
Kegiatan pembukaan berlangsung meriah di Lapangan Sepak Bola Karangjongkeng, dihadiri sekitar 350 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemkab Brebes, pelajar, dan warga setempat. TMMD dibuka secara resmi oleh Bupati Brebes yang diwakili Asisten I Sekda, Drs. Khaerul Abidin, MM.
Dalam sambutannya, Khaerul menegaskan bahwa TMMD bukan semata proyek pembangunan fisik, melainkan juga sarana menumbuhkan semangat nasionalisme dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Ini bukan sekadar membangun jalan, tetapi juga membangun jiwa dan semangat bangsa,” ujar Khaerul.
![]() |
Program TMMD kali ini menargetkan pembangunan 3 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai sasaran fisik utama. Tak hanya itu, berbagai kegiatan nonfisik turut dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seperti penyuluhan kesehatan, pendidikan wawasan kebangsaan, bela negara, layanan Keluarga Berencana (KB), pengobatan ternak, pembagian bibit buah, pelatihan pakan ternak unggul, serta edukasi kebencanaan.
Total anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan ini mencapai Rp 1,049 miliar, terdiri dari: APBD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Brebes, Kegiatan Fisik: Rp 163 juta, Sasaran Tambahan: Rp 76 juta, Pembukaan dan Penutupan: Rp 10 juta dan APBD II Kabupaten Brebes: Rp 800 juta.
Kasdim 0713/Brebes, Mayor Inf Andi Aziz Lallo, menyatakan bahwa TMMD adalah bukti keterlibatan aktif TNI dalam pembangunan desa dan penguatan rasa kebangsaan.
“TMMD adalah bukti bahwa pembangunan tidak harus menunggu. Ia bisa dimulai dari desa, digerakkan oleh rakyat dan TNI secara bersama-sama,” jelas Mayor Andi Aziz.
Antusiasme masyarakat Karangjongkeng terlihat jelas. Warga tidak hanya hadir menyaksikan seremoni pembukaan, tetapi juga siap terlibat langsung dalam berbagai kegiatan baik fisik maupun nonfisik yang akan dilaksanakan selama program berlangsung.
TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 ini menjadi bukti bahwa membangun desa tak melulu soal pembangunan infrastruktur. Ini adalah tentang menanamkan semangat gotong royong, membangkitkan harapan, dan memperkuat fondasi bangsa dari tingkat paling bawah.***
( Rizal Sismoro)